Jumat, 17 Februari 2012

HALO, APAKABAR KAMU YANG DISANA? :’)

Post ini gue bakalan cerita tentang kegelisahan gue sekarang. hemm tentang seseorang yang terlalu jauh. Baik jarak tempat, waktu, atau.. hati kita yang sama-sama jauh :’)
Tanggal 21 besok tepat sebulan gue ga ketemu dia, dan tanggal 21 besok adalah tepat sebulan gue..
Gue, bertemu dia setelah lost contact selama setahun..
Setahun yang lalu tanpa dia, gue sih yang menghindar. Gue gak enak sama teman2nya lantaran dia yang terlalu “overcare” sama gue. dan gue merasa sangat bersalah. Ya, dia beberapa tahun diatas gue. setahun itu, gue jalani hidup biasa-biasa aja. Dan entah mengapa dia gak pernah jadi beban pikiran gue selama setahun tsb.
Beda dengan sekarang.
Tapi mengapa gue harus dipertemukan lagi dengan dia? Tidak cukupkah kejadian setahun yang lalu menjadi salah satu memori indah yang bakal gue tertawakan? Tidak cukupkah jam tangan serta gantungan kunci itu sebagai tanda, “I know you so much” ? kenapa jam tangan itu tidak rusak saja dan dia membuangnya? Atau, mengapa gantungan kunci yang berkali-kali hilang itu, kembali lagi ke gue?
Mengapa “kita” masih menyimpan benda tersebut?
Dia bilang, supaya itu membuat gue selalu ingat kepada dia. Tidakkah dia tau, tanpa itu saja, gue bisa selalu ingat dengan dia. Yah, akhir-akhir ini sih. Tidakkah dia tau, setiap gue berhadapan dengan mapel fave gue, gue ga pernah lupa dengan dia yang…
Sudahlah.
Lantas, gue saja gak sampai mikir kalo jam tangan itu bikin dia selalu ingat gue, di negri orang sana. Tidak. Jam itu hanya kado untuk dia ketika dia berulang tahun yang ke-17. Cuma sekedar kado.
Awal kedekatan gue dengan dia  agak ekstrem sih. Ahhahahhaa. And, bcause almost people in my school know him, I won`t tell about this story..
Ketika gue bernostalgia lagi dengan dia tentang kejadian tersebut, gue merasa lepas mengingatkan segala hal yang telah terjadi setahun lebih yang lalu.
He was laughing with his stupidness :’)
Hahahha, damn, I miss his smile , and his eyes. When he asked me, to look at his eyes :’)
Setelah setahun yang lalu itu, gue dipertemukan kembali sama Tuhan di salah satu toko buku Desember lalu. And.. surprise!!
Gue kaget dengan adanya dia di depan mata gue. what im feeling at the time?
Suatu tanda bahaya.
Sekali ketemu dia, bahkan cuma saling sapa, gue tahu, ini bakal berlanjut.
Dan itu benar-benar terjadi pada gue dan dia.
***
Sebulan sudah lewat.
Gue cuma menyisakan sedikit harapan dia mengingat gue. atau.. sama sekali tidak mengingat gue.
Atau malah dia menganggap gue menganggunya, atau, dia terlalu sibuk, atau dia nemu cewek yang pas disana (dan yakinlah, cewek disana itu banyaaaaaaaaaak banget yang jauh lebih baik dibanding gue) atau alibi lain? atau selama ini dia cuma mau main-main atau apalah.
Well, now, I am so sad when I remember you…
Sedikit harapan, dan gue yakin, harapan itu bakalan sirna,hilang sebentar lagi..
Mengingat dia yang entah dia memikirkan gue disini atau gak.
TOO FAR. Kata-kata yang selalu tersimpan di otak gue.
Dan kalo memang dia ga ingat lagi sama gue, (apa gunanya dia ingat sama gue? gue ini kan cuma sarok kuaci di sekolah. Ga punya prestasi sama sekali)
Dan kalo memang dia masih mengingat gue, itu pun peluangnya sangat kecil. Gue gak bisa bayangin lagi, gue bakal nanya peer gue ke dia seperti dulu. Atau mendengar suaranya lagi. Sekedar informasi,belakangan ini nilai matematika gue anjlok abis. Dan itu sangat membuat gue putus asa.
***
You re still the one I run to..
The one that I belong to..
You re still the one I want for life..
Sebulan tanpa dia, gue masih “baik2 aja” gue Cuma terserang flu,meriang,batuk,suara hilang,sakit perut,dada sesak,kaki mati rasa,kepala sakit banget,mata bengkak gara-gara terlalu banyak pikiran. Dan salah satu dari pikiran gue yang banyak itu adalah dia.
Lalu, 5 bulan tanpa dia?
Mungkin gue “kurang baik”. Atau siapa tau gue udah dapat pengganti dia, atau dia dapat pengganti gue disana.. who knows? :’) kita ga pernah tau apa yang akan terjadi kan?
***
Guys, dia adalah salah satu motivasi gue untuk belajar lebih baik, lebih rajin lagi. Kenapa? Karna, setahun lagi, gue percaya, gue bakal menyusul dia kesana, walaupun dengan almamater yang berbeda.. :’)
***
Actually gue ga tau lagi gimana kelanjutan hubungan gue sama dia. Seperti yang udah pernah terjadi, gue lost contact lagi dengan dia :’) gue ga ngehubungi dia lagi. Gue takut ganggu dia. Beneran takut untuk memencet tombol call kontak dia di hape gue..
Jadi, gue ga tau gimana kabar dia sekarang, sakitkah?senangkah?  I know nothing,dear.. :’(
Gue Cuma update informasi tentang dia yah palingan dari facebook dia. Dia kadang aktif juga sih di Fb. Terakhir gue liat, dia ngucapin selamat ultah ke kakak kelas gue. sebenarnya, pada saat itu juga gue bisa menyapa dia secara tidak langsung. Nulis di wall atau ninggalin pesan. Tapi gue bener ga punya nyali untuk ngelakuin hal itu semua. Gue emang pengecut.
***
Ketika dia pulang ke Padang beberapa bulan lagi, hal pertama yang aku tanya kepada Tuhan adalah,
Akankah dirinya kan tetap milikku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar