Post ini gue
bakalan cerita tentang kegelisahan gue sekarang. hemm tentang seseorang yang
terlalu jauh. Baik jarak tempat, waktu, atau.. hati kita yang sama-sama jauh
:’)
Tanggal 21
besok tepat sebulan gue ga ketemu dia, dan tanggal 21 besok adalah tepat
sebulan gue..
Gue, bertemu
dia setelah lost contact selama setahun..
Setahun yang
lalu tanpa dia, gue sih yang menghindar. Gue gak enak sama teman2nya lantaran
dia yang terlalu “overcare” sama gue. dan gue merasa sangat bersalah. Ya, dia
beberapa tahun diatas gue. setahun itu, gue jalani hidup biasa-biasa aja. Dan
entah mengapa dia gak pernah jadi beban pikiran gue selama setahun tsb.
Beda dengan
sekarang.
Tapi mengapa
gue harus dipertemukan lagi dengan dia? Tidak cukupkah kejadian setahun yang
lalu menjadi salah satu memori indah yang bakal gue tertawakan? Tidak cukupkah
jam tangan serta gantungan kunci itu sebagai tanda, “I know you so much” ?
kenapa jam tangan itu tidak rusak saja dan dia membuangnya? Atau, mengapa
gantungan kunci yang berkali-kali hilang itu, kembali lagi ke gue?
Mengapa
“kita” masih menyimpan benda tersebut?
Dia bilang,
supaya itu membuat gue selalu ingat kepada dia. Tidakkah dia tau, tanpa itu
saja, gue bisa selalu ingat dengan dia. Yah, akhir-akhir ini sih. Tidakkah dia
tau, setiap gue berhadapan dengan mapel fave gue, gue ga pernah lupa dengan dia
yang…
Sudahlah.
Lantas, gue
saja gak sampai mikir kalo jam tangan itu bikin dia selalu ingat gue, di negri
orang sana. Tidak. Jam itu hanya kado untuk dia ketika dia berulang tahun yang
ke-17. Cuma sekedar kado.
Awal
kedekatan gue dengan dia agak ekstrem
sih. Ahhahahhaa. And, bcause almost people in my school know him, I won`t tell
about this story..
Ketika gue
bernostalgia lagi dengan dia tentang kejadian tersebut, gue merasa lepas
mengingatkan segala hal yang telah terjadi setahun lebih yang lalu.
He was
laughing with his stupidness :’)
Hahahha,
damn, I miss his smile , and his eyes. When he asked me, to look at his eyes
:’)
Setelah
setahun yang lalu itu, gue dipertemukan kembali sama Tuhan di salah satu toko
buku Desember lalu. And.. surprise!!
Gue kaget
dengan adanya dia di depan mata gue. what im feeling at the time?
Suatu tanda
bahaya.
Sekali
ketemu dia, bahkan cuma saling sapa, gue tahu, ini bakal berlanjut.
Dan itu
benar-benar terjadi pada gue dan dia.
***
Sebulan
sudah lewat.
Gue cuma
menyisakan sedikit harapan dia mengingat gue. atau.. sama sekali tidak
mengingat gue.
Atau malah
dia menganggap gue menganggunya, atau, dia terlalu sibuk, atau dia nemu cewek
yang pas disana (dan yakinlah, cewek disana itu banyaaaaaaaaaak banget yang
jauh lebih baik dibanding gue) atau alibi lain? atau selama ini dia cuma mau
main-main atau apalah.
Well, now, I
am so sad when I remember you…
Sedikit
harapan, dan gue yakin, harapan itu bakalan sirna,hilang sebentar lagi..
Mengingat
dia yang entah dia memikirkan gue disini atau gak.
TOO FAR.
Kata-kata yang selalu tersimpan di otak gue.
Dan kalo
memang dia ga ingat lagi sama gue, (apa gunanya dia ingat sama gue? gue ini kan
cuma sarok kuaci di sekolah. Ga punya prestasi sama sekali)
Dan kalo
memang dia masih mengingat gue, itu pun peluangnya sangat kecil. Gue gak bisa
bayangin lagi, gue bakal nanya peer gue ke dia seperti dulu. Atau mendengar
suaranya lagi. Sekedar informasi,belakangan ini nilai matematika gue anjlok
abis. Dan itu sangat membuat gue putus asa.
***
You re still the one I run to..
The one that I belong to..
You re still the one I want for life..
Sebulan
tanpa dia, gue masih “baik2 aja” gue Cuma terserang flu,meriang,batuk,suara
hilang,sakit perut,dada sesak,kaki mati rasa,kepala sakit banget,mata bengkak
gara-gara terlalu banyak pikiran. Dan salah satu dari pikiran gue yang banyak
itu adalah dia.
Lalu, 5
bulan tanpa dia?
Mungkin gue
“kurang baik”. Atau siapa tau gue udah dapat pengganti dia, atau dia dapat
pengganti gue disana.. who knows? :’) kita ga pernah tau apa yang akan terjadi
kan?
***
Guys, dia
adalah salah satu motivasi gue untuk belajar lebih baik, lebih rajin lagi.
Kenapa? Karna, setahun lagi, gue percaya, gue bakal menyusul dia kesana,
walaupun dengan almamater yang berbeda.. :’)
***
Actually gue
ga tau lagi gimana kelanjutan hubungan gue sama dia. Seperti yang udah pernah
terjadi, gue lost contact lagi dengan dia :’) gue ga ngehubungi dia lagi. Gue
takut ganggu dia. Beneran takut untuk memencet tombol call kontak dia di hape
gue..
Jadi, gue ga
tau gimana kabar dia sekarang, sakitkah?senangkah? I know nothing,dear.. :’(
Gue Cuma
update informasi tentang dia yah palingan dari facebook dia. Dia kadang aktif
juga sih di Fb. Terakhir gue liat, dia ngucapin selamat ultah ke kakak kelas
gue. sebenarnya, pada saat itu juga gue bisa menyapa dia secara tidak langsung.
Nulis di wall atau ninggalin pesan. Tapi gue bener ga punya nyali untuk
ngelakuin hal itu semua. Gue emang pengecut.
***
Ketika dia
pulang ke Padang beberapa bulan lagi, hal pertama yang aku tanya kepada Tuhan
adalah,
Akankah dirinya kan tetap milikku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar