Sabtu, 11 Februari 2012

Cara gue kelas IX VS Cara gue kelas XI


IX dan XI adalah angka romawi yang berkebalikan. Dan gue merasa hidup gue sama kebaliknya dengan angka-angka tersebut. IX dimana gue DULU duduk di kelas 9 SMP N 8 PADANG, XI dimana gue SEKARANG duduk di kelas 11 SMA N 1 PADANG.

First. Cara gue beribadah.
Kalo misalnya gue cerita tentang bagaimana hubungan gue dengan ALLAH YME, itu privasi. Gue enggan publish2 privasi kayak gitu. Cukup gue dan Allah aja yg tau.
Tapi kali ini gue cerita tentang bagaimana dengan gue mengikuti muhasabah.
IX.
Malam itu selesai penutupan pesantren, seperti biasa ada program muhasabah. Lampu-lampu dimatiin. Di sebelah kanan gue Opi. Gue taruhan dengan teman-teman gue, siapa yang nangis pas muhasabah, traktir satu mangkok mie ayam. Kejam bukan? Maka, pada malam itu, ketika ustad udah mulai doa-doanya, gue berusaha untuk tidak menangis. Gue ngeliat Opi di sebelah kanan yang nutup muka. Dan gue rasa dia nangis, dan gue (and the gank) menang. Ketika udah lama nungging2 (pas disuruh sujud) lampu idup, dan…
Hampir semua teman gue menangis. Termasuk gank gue yang menjanjikan taruhan tersebut berlepotan ingus. Terkecuali gue. oke. Taruhan dibatalkan. Karena disini cuma gue yang menang, dan mereka tidak mau mentraktir gue semangkok mie ayam. Bejat bukan?
XI.
Gue sudah mulai menggunakan otak gue untuk berpikir. Bukan dengan pantat lagi. Gue sudah mulai mengikuti muhasabah dengan baik, mendengarkan setiap kata, dan apabila gue terharu atau sadar akan salah gue, gue bakal menangis pastinya. Gue udah serius dengan hal seperti ini. Karna gue sadar, ini adalah momen dimana kita mengingat dosa-dosa kita.
Namun ada suatu pemikiran bodoh gue, berarti dulu itu gue ga sadar akan salah gue yang banyak, atau terlalu idiot menganggap gue ga tau atau tak mau tau dengan dosa-dosa gue? YaAllah… ==


Second. Cara gue berangkat sekolah.
IX.
Gue pergi sekolah dengan angkot biru depan rumah gue jam 5.45 . kelas 9, gue gak pernah telat loh. (ya iyalah pergi sekolah pas subuh gitu) dan nyampe jam 6.15. dulu, gue terpaksa nunggu dulu di depan gerbang sekolah. Karna gerbang sekolah belum dibuka. Dan itu lucu menurut gue. dimana sebagian siswa baru bangun, gue udah sampai di sekolah.
Ketika gerbang udah di buka ama Mas Yono, gue bergegas ke kelas gue di belahan kiri gedung sekolah. Well, waktu itu gue gak takut sedikitpun akan kesendirian gue disana. Ga ada satupun orang loh bok.
Kadang, pintu kelas gue itu rada error. Karna dikunci, gue harus nunggu Pak Tasmen untuk membukanya terlebih dahulu. Tapi karna gue malas nunggu2, gue dobrak aja tuh pintu tua, dan YES terbuka!!!!! Ahahhahaa :D kadang Pak Tasmen lewat kelas gue, dan dia heran. ‘siapa yang buka pintu?’ ‘saya pak’. Dan saya sukses membuat pak Tasmen bingung.
XI.
Sekarang, gue ga bisa bangun cepet2 lagi kayak dulu. Im too tired. Gue bangun jam 4.45, dan gue undur2 sampai 5.15. gue pergi sekolah jam 5.45 kayak dulu juga sih. Tapi sekarang gue diantar sampai simpang perumnas sama papa. Apabila masih kurang dari jam 6, gue syukur. Karna kemungkinan gak telat. Tapi kalo 6 lewat, gue udah bayangin gimana gue harus lari-lari dari seberang gerbang sekolah gue ke gerbang sekolah gue. 5 detik pun menentukan hidup gue dan teman-teman lain.

Third. Cara belajar gue.
IX.
Gue akui 98% gue kangen sama cara belajar gue yang dulu. Dimana gue dapat berkonsentrasi dengan segala buku serta kisi-kisi UN SMP gue. padahal mengenai galau, galau gue lebih parah dari yang sekarang. Cara belajar gue, dimana gue hanya dapat memikir : BELAJAR. Dan pada saat itu gue ga ada memikir yang lain. dalam belajar gue dulu juga ga lelet. Gue sigap banget. Tugas selalu dibuat, catatan rapi + lengkap.
Di sekolah, gue nomaden. Berikut nama murid yang sering duduk sama gue di kelas 9 :
1.       KOMET a.k.a Mytha.
2.       INABH a.k.a Nabilah
3.       IYUIK a.k.a Yudha
4.       RERE a.k.a Reyhan
5.       NIK a.k.a Nia
6.       INAH a.k.a Sakinah
7.       LIID a.k.a Lidya
8.       ETI a.k.a Indah
9.       HAFIZ a.k.a Hafiz Savero
10.   Dll.
Kesan mendalam bagi gue yaitu ketika duduk dengan INABH dan IYUIK.
INABH.
Ketika duduk dengan ratu dilemma ini, hidup gue juga penuh ke-dilema-an (saat itu belum mengenal kata galau) kita selalu bertukar cerita dengan kisah hidup kita. Kadang kita juga nangis berjamaah. Kadang kalo dia cerita, gue ikutan nangis. Begitu sebaliknya. Gue saayaaaaaaaaaaaang banget sama Inabh. Dimana catatannya rapi banget, dan suka banget nulis. Nulis puisi,diari,lirik lagu,dll. Menurut gue, Inabh itu beneran soulmate gue.  TAK KAN TERGANTI !

IYUIK.
Gue duduk sama orang paling pintar di kelas gue. dengan yuda, kita mendirikan kelompok aneh ngets. Nama genk nya : GIBOTE SELLEKERS. Yup. Dan gue pernah buat nama FB gue JHEE SSI GBOTESELLEKERS. Dan itu gue tertawakan kemudian hari. Lo tau arti GIBOTE SELLEKERS?
GI = GI-lo
BO = BO-co
TE = TE-a
SELLE = SEMBILAN E
KERS = tambahan
Dimana nama orang diikuti dengan embel2. Kalo yuda ga salah gue si yudha tamtamitamngets. Dimana kulit yudha itu memiliki emisivitas tersendiri (sama seperti evan) dia sangat.. eksotis hitamnya. Legam wuahahhahah :D. setiap gue duduk sama yudha, gue selalu ingetin dia buat nyatat. Apalagi pas fisika. Tapi gue salut banget sama dia. Catatan dia jauh luar biasa bersih tanpa noda pena sedikitpun. Tapi, dibalik ke halaman belakang, wuissssssssss anime gak jelas berderet!! Yudha yang suka keringetan ini, kadang gue sering protes sama dia. Karna buku UN gue sering banget basah sama dia!! ==
Gue juga ingat ketika kita diberi peringatan sama guru bio gue ketika kita ada tambahan belajar bio di sekolah. Kita duduk di deretan nomor 3. Ohya, kelas gue menariknya karna bertingkat2 duduk nya loh.

Gue duduk sama yudha, dan di depan kita begitu banyak snack. Kita membentang soal yang lagi di bahas saat itu. Dan tiba-tiba kita membahas berbagai jenis jerawat. Ya. Orang membahas soal, sedangkan gue membahas jerawat dengan yudha. Dan tiba-tiba kita di tegur sama guru tersebut. Namun tak lama kemudian, kita kembali ke topic pembahasan : JERAWAT. Gue kembali sharing sama yudha tentang jerawat. But, guru tersebut menjadi marah besar. Gue dan yudha dipisahkan duduknya. Dan idiotnya lagi, gue ga dapat menjawab pertanyaan ibuk itu.
OH TIDAKKKK YUDHAAAAAAA~~~

XI.
Gue langang. Ku sadar semua ituu~~
Gue belajar dengan sepenuh hati sih. Tapi, ya tapi, ga bisa se fokus dulu. Hiks. Gue banyak pikiran. Mulai dari tugas yang ini gimana, trus si anu yang cari lawan sama gue, trus galau gue mengenai blab la bla. Dan semua itu membuat konsentrasi pecah. Kadang, gue sangat CLASSSICK. (tiruan homesick) dimana gue kangen sama selle-gue itu. Meskipun isinya anak b4l4y rata2, tapi gue nyaman ngets belajar diantara mereka. Dan.. konsentrasi. Sangat berkonsentrasi. Bukan berarti sama kelas gue ini ga nyaman loh, gue nyaman kok. Tapi biasa aja kan, kita kangen sama temen lama?
Gue banyak bengong, dan kadang pikiran ngelantur. Terkadang, ketika titik jenuh gue sudah mendidih. Yang gue lakuin melamun segala hal di dalam kelas tersebut. Dan itu memaksa gue belajar lebih keras lagi. Dan semakin.. membuat gue capek.
Tapi yang sisi bagusnya, kelas 11 ini gue belajar lebih termotivasi dan terarah. Kalo dulu gue ga tau belajar untuk apa dan motivasi belajar gue apa.


Pokoknya, apapun akan gue lakukan demi cita-cita gue. baik begini begitu cara belajar gue, gue bakalan tetap belajar belajar dan belajar. Oke, ini lebay. Tapi lo yg baca ini, pasti sadarlah kan, setiap orang berbeda dan caranya sendiri untuk meraih cita-cita? Tapi kalo lo ga sadar, antuakkan kapalo ka dindiang.


Oke, sekian dulu deh post gue kali ini. Capek ngetik. Lain kali gue akan cerita lagi versus hidup gue di angka romawi. Ahahhaa.

C u next time :p



*guys, orang yang pemberani itu adalh orang yang mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada orang lain : ) dan orang yang berjiwa satria itu adalah orang yang mau memaafkan :D


Dan..
Gue percaya.
Kalo gue adalah orang yang PEMBERANI dan BERJIWA SATRIA !
That must be a principle in my life :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar