Jumat, 24 Februari 2012

HATERS OF COUPLES





Hallo guys :)
Post kali ini gue bakal ngasih ulasan dikit tentang “HATERS OF COUPLES” menurut pandangan idiot gue tentunya..heheheh :D
Sebelumnya, gue nanya, lo udah pernah dengerin lagu wonder girls gak, yg judulnya Please Be My Baby? Udah? Belom?

Belum yah?
Well, kalo belum, gue mau rekomendasikan lagu ini buat lo, ehhhhehehee.
Lagu ini ringan banget buat di dengerin. Tapi walaupun ada temen gue yang bilang lagu ini agak centil, tapi buat gue lagu ini punya chemist tersendiri. Yaitu rumus alkuna, hehehe. Ya gak lah idiot ==

***
Back to the main point, i`ll tell you my view about this “DEATH FEELING” HUAHAHAHAAHH
Okay,slow.


Gue punya sebuah kalimat,
1.       Dilihat dengan baik
2.       Dibaca dengan baik
3.       Dicerna dengan baik
4.       Jangan cerna dengan alat pencernaan!! Bahaya buat kesehatan.



“I JUST GET FEELING WORTH WHEN I REMEMBER ABOUT THEM.. IM THE HATER OF COUPLE(s)”

Lo pinter bahasa inggris kan? yaudah terjemahin sendiri.
Kalo lo agak rada begok, tinggal klik google.com dan lgsg search kataku.com . translate aja disana. Tapi kalo kompi atau apple lo punya transtool translate aja disana, susah amat. Ya ga?

Kalo baca kata-kata tadi, kayaknya buat gue cukup menusuk guys. SAYA PEMBENCI PASANGAN.
Jahat banget yang nyiptain tuh kalimat.
Tapi, disini gue ajarin dikit untuk gak nge judge orang tersebut jahat. Soalnya kita ga tau kan gimana maksud orang tersebut bisa kepikiran seperti itu?

Nah, disini gue bakal bahas kira-kira bagaiman beberapa orang di dunia ini dapat membenci pasangan2 manusia yang ada di sekitarnya. Bukan dari sisi bagaiman kita memandang negative orang2 tersebut.

Well, mungkin maksudnya disini adalah mereka bukan benci, namun sakit hati apabila melihat orang pacaran, bermesra2n, berdua2n, atau melihat 2 orang yg dekat. Busuk ya? Iya. Dari pandangan gue itu cukup busuk. Kenapa? Ya, karna ak mereka kan kalo pacaran, gini gitu, dosa kan tanggung sendiri2, ngpn pula kita yng sakit dada ngeliatnya?

Guys, hal ini bisa terjadi pada seseorang, apabila mereka beneran mengalami HEARTQUAKE yg sangat hebat di masa lalu.
Contohnya? Salah satunya patah hati.
Ya patah hati karna ditolak, diduain, dibohongin, ataupun ditinggalin.
Kita bisa berpikir dengan jernih, kenapa orang tersebut tidak move on saja?

Tidak semua orang bisa move on guys.
Sekali lagi gue tekan kan,
TIDAK SEMUA ORANG BISA MOVE ON.
Apalagi cewek. Cewek itu peka, mereka suka mengenang sesuatu.
Lo cowok terserah lo mau apa. Lo murah aja. Suka, deketin, tembak, pacaran, bosan, selingkuh, putusin. Eh para cowok lo bisa mikir gak gimana perasaan cewek? Lo suruh move on, lo pikir murah move on itu hah?
Cewek itu harus nunggu lo begok. Cewek macam apa yg mau nembak cowok hah? Nah lo mikir ga kalo ada seorang cewek jelek nunggu lo? Gak kan? ga kepikiran kan? apalagi itu. Yang PHP. Lo kasih harapan tinggi tuh cewek habis itu lo gantungin setinggi-tingginya tanpa kasih kepastian. Where is your brain boys? -_______________-\\ dasar umumnya para cowok itu emang PHP!!!!!!!!!!

Jadi, ini adalah waktu buat cewek balas dendam BUAHAHAHAHAH :D
Lo kasih aja harapan tu cowok, perhatian, pokoknya manis2 aja di depan dia.
Pas dia tembak, tolak aja!! Mudah kan?
HUAUAHAHAHAH :D (jangan tiru ini ya) JANGAN DITIRU .

Maaf. Gue udah kelewatan.


Balik ke heartquake.
Hatinya itu udah terguncang. Jadi kemana-mana aja dia selalu melihat sosok “pujaan hati” (PH) mereka. Jadi, apabila mereka melihat org pacaran di depan mereka, ada terbesit rasa iri dalam hati mereka.
Mereka akan merasakan rasa sakit hati karna org yg pacaran di depan mata mereka itu menggambarkan apa yg pernah ia lakukan dengan si PH tadi.

Dalam hati nya mungkin kayak gini, “wah gue dulu kayak gini ya samaa si anu” “eh liat mereka nih gue ga bisa lupain si anu, sialan mereka nih” “wah enak juga ya liat orang saling perhatian, andaikan aja gue..”

Yap. Kira2 begitulah.
Mereka akan merasakan heartquake tersebut apabila ada pasangan di depan mereka. Ya, mengingatkan mereka pada masa lalu. Pada masa yang telah ia jalani, namun harus rela ia lepaskan begitu saja. Oleh karena itu mereka menjadi HATERS OF COUPLES.

Kesimpulannya, para couples itu mengingatkan mereka tentang masa lalu para haters. Sedangkan para haters tersebut belum move on dari masa lalu mereka. Para haters selalu membayang2kan bagaiman ia dan masa lalunya pernah seperti itu. Ada terbesit rasa penyesalan di hati mereka. Makanya wajar wajar aja ada org2 yang gak suka liat orang pacaran karna heartquake ini.

Bagaimana cara kita menghadapi para haters of couples ini?
Cukup sulit. Karna kita tidak pernah tau apa isi hati orang lain. ini juga bukan berarti kita jadi pacaran sembunyi2 supaya ga ketemu para haters. Tapi untuk jaga2, jgan tunjukin aja kalo lo lagi kasmaran di depan temen lo yg lagi patah hati. Jangan sampai. Karna prilaku lo yg kayak gitu, mencerminkan kalo lo tu  ga peka sama perasaan dia yang laki terluka. Nah, karna prilaku lo yang kayak gini bisa membuat teman lo ini jadi haters.

Kita tak pernah tau dimana para haters of couples berada. Namun, tenang aja. Para haters ini tak pernah menyimpan dendam terhadap para couples. Perasaan yang dirasakan para haters ini hanya sesaat kok :D

Buat lo para haters of couples?
Gue cukup tau gimana rasanya heartquake itu. Karna gue juga pernah rasainnya ehehhehe.
Ya, gue hanya bisa bilang agar lo jaga sikap aja. Jangan tunjukan kali lo tu benci sama teman2 lo yg lagi pacaran. Bisa2 temen lo lari dan cap lo psikopat. Ga mau kan? ya.. setidaknya lo harus bisa terbiasa dengan sekeliling lo. Walaupun para couples itu cukup menyakitkan buat lo, tapi mau ga mau lo harus terima kenyataan bahwa lo harus move on, walau susah.


Sekian dulu deh post gue kesempatan ini tentang HATERS OF COUPLES.

***

Mungkin gue vakum beberapa waktu dulu dari ngeblog  buat prepare ujian mid gue. jadi, gue mungkin belum nulis dulu deh buat beberapa waktu.

Eh, doain ya gue dapat 10 besar mid sekarang ^^ soalnya gue bosan jadi sarok patai di smansa –“
Hehehheheee.

Oke guys?
Keep HWAITING :D


Salam


SAROK PATAI

Minggu, 19 Februari 2012

Still I Rise

You may write me down in history
With your bitter, twisted lies,
You may trod me in the very dirt
But still, like dust, I'll rise.

Does my sassiness upset you?
Why are you beset with gloom?
'Cause I walk like I've got oil wells
Pumping in my living room.

Just like moons and like suns,
With the certainty of tides,
Just like hopes springing high,
Still I'll rise.

Did you want to see me broken?
Bowed head and lowered eyes?
Shoulders falling down like teardrops.
Weakened by my soulful cries.

Does my haughtiness offend you?
Don't you take it awful hard
'Cause I laugh like I've got gold mines
Diggin' in my own back yard.

You may shoot me with your words,
You may cut me with your eyes,
You may kill me with your hatefulness,
But still, like air, I'll rise.

Does my sexiness upset you?
Does it come as a surprise
That I dance like I've got diamonds
At the meeting of my thighs?

Out of the huts of history's shame
I rise
Up from a past that's rooted in pain
I rise
I'm a black ocean, leaping and wide,
Welling and swelling I bear in the tide.
Leaving behind nights of terror and fear
I rise
Into a daybreak that's wondrously clear
I rise
Bringing the gifts that my ancestors gave,
I am the dream and the hope of the slave.
I rise
I rise
I rise.


Maya Angelou

Sabtu, 18 Februari 2012

Jikustik - Pujaan Hatiku

 this song is so close to me.
right now, all of these lyrics of this song, is all of what im thinking of :)


Pujaan hatiku ku merindukanmu
kepadamu hujan ku titipkan salam
separuh hatiku kau bawa selalu
ku jaga hatimu, kau bintang malamku

Ingin ku bertanya kepada rembulan
dimanakah dirimu berada
walau ke ujung bumi ku kan mencarimu
karena kau pujaanku

Pujaan hatiku rindukah padaku ooh
semoga kau tahu (semoga kau tahu) ku mencintaimu

Ingin ku bertanya kepada rembulan
dimanakah dirimu berada (dimanakah)
walau ke ujung bumi ku kan mencarimu
karena kau pujaanku

Ingin ku bertanya kepada rembulan
dimanakah dirimu berada (dimanakah)
walau ke ujung bumi ku kan mencarimu
kau pujaanku (pujaan hatiku)

Pujaan hatiku rindukah padaku
semoga kau tahu ku mencintaimu

phenomenal woman

Pretty women wonder where my secret lies.
I'm not cute or built to suit a fashion model's size
But when I start to tell them,
They think I'm telling lies.
I say,
It's in the reach of my arms
The span of my hips,
The stride of my step,
The curl of my lips.
I'm a woman
Phenomenally.
Phenomenal woman,
That's me.

I walk into a room
Just as cool as you please,
And to a man,
The fellows stand or
Fall down on their knees.
Then they swarm around me,
A hive of honey bees.
I say,
It's the fire in my eyes,
And the flash of my teeth,
The swing in my waist,
And the joy in my feet.
I'm a woman
Phenomenally.
Phenomenal woman,
That's me.

Men themselves have wondered
What they see in me.
They try so much
But they can't touch
My inner mystery.
When I try to show them
They say they still can't see.
I say,
It's in the arch of my back,
The sun of my smile,
The ride of my breasts,
The grace of my style.
I'm a woman

Phenomenally.
Phenomenal woman,
That's me.

Now you understand
Just why my head's not bowed.
I don't shout or jump about
Or have to talk real loud.
When you see me passing
It ought to make you proud.
I say,
It's in the click of my heels,
The bend of my hair,
the palm of my hand,
The need of my care,
'Cause I'm a woman
Phenomenally.
Phenomenal woman,
That's me.


Maya Angelou

Jumat, 17 Februari 2012

HALO, APAKABAR KAMU YANG DISANA? :’)

Post ini gue bakalan cerita tentang kegelisahan gue sekarang. hemm tentang seseorang yang terlalu jauh. Baik jarak tempat, waktu, atau.. hati kita yang sama-sama jauh :’)
Tanggal 21 besok tepat sebulan gue ga ketemu dia, dan tanggal 21 besok adalah tepat sebulan gue..
Gue, bertemu dia setelah lost contact selama setahun..
Setahun yang lalu tanpa dia, gue sih yang menghindar. Gue gak enak sama teman2nya lantaran dia yang terlalu “overcare” sama gue. dan gue merasa sangat bersalah. Ya, dia beberapa tahun diatas gue. setahun itu, gue jalani hidup biasa-biasa aja. Dan entah mengapa dia gak pernah jadi beban pikiran gue selama setahun tsb.
Beda dengan sekarang.
Tapi mengapa gue harus dipertemukan lagi dengan dia? Tidak cukupkah kejadian setahun yang lalu menjadi salah satu memori indah yang bakal gue tertawakan? Tidak cukupkah jam tangan serta gantungan kunci itu sebagai tanda, “I know you so much” ? kenapa jam tangan itu tidak rusak saja dan dia membuangnya? Atau, mengapa gantungan kunci yang berkali-kali hilang itu, kembali lagi ke gue?
Mengapa “kita” masih menyimpan benda tersebut?
Dia bilang, supaya itu membuat gue selalu ingat kepada dia. Tidakkah dia tau, tanpa itu saja, gue bisa selalu ingat dengan dia. Yah, akhir-akhir ini sih. Tidakkah dia tau, setiap gue berhadapan dengan mapel fave gue, gue ga pernah lupa dengan dia yang…
Sudahlah.
Lantas, gue saja gak sampai mikir kalo jam tangan itu bikin dia selalu ingat gue, di negri orang sana. Tidak. Jam itu hanya kado untuk dia ketika dia berulang tahun yang ke-17. Cuma sekedar kado.
Awal kedekatan gue dengan dia  agak ekstrem sih. Ahhahahhaa. And, bcause almost people in my school know him, I won`t tell about this story..
Ketika gue bernostalgia lagi dengan dia tentang kejadian tersebut, gue merasa lepas mengingatkan segala hal yang telah terjadi setahun lebih yang lalu.
He was laughing with his stupidness :’)
Hahahha, damn, I miss his smile , and his eyes. When he asked me, to look at his eyes :’)
Setelah setahun yang lalu itu, gue dipertemukan kembali sama Tuhan di salah satu toko buku Desember lalu. And.. surprise!!
Gue kaget dengan adanya dia di depan mata gue. what im feeling at the time?
Suatu tanda bahaya.
Sekali ketemu dia, bahkan cuma saling sapa, gue tahu, ini bakal berlanjut.
Dan itu benar-benar terjadi pada gue dan dia.
***
Sebulan sudah lewat.
Gue cuma menyisakan sedikit harapan dia mengingat gue. atau.. sama sekali tidak mengingat gue.
Atau malah dia menganggap gue menganggunya, atau, dia terlalu sibuk, atau dia nemu cewek yang pas disana (dan yakinlah, cewek disana itu banyaaaaaaaaaak banget yang jauh lebih baik dibanding gue) atau alibi lain? atau selama ini dia cuma mau main-main atau apalah.
Well, now, I am so sad when I remember you…
Sedikit harapan, dan gue yakin, harapan itu bakalan sirna,hilang sebentar lagi..
Mengingat dia yang entah dia memikirkan gue disini atau gak.
TOO FAR. Kata-kata yang selalu tersimpan di otak gue.
Dan kalo memang dia ga ingat lagi sama gue, (apa gunanya dia ingat sama gue? gue ini kan cuma sarok kuaci di sekolah. Ga punya prestasi sama sekali)
Dan kalo memang dia masih mengingat gue, itu pun peluangnya sangat kecil. Gue gak bisa bayangin lagi, gue bakal nanya peer gue ke dia seperti dulu. Atau mendengar suaranya lagi. Sekedar informasi,belakangan ini nilai matematika gue anjlok abis. Dan itu sangat membuat gue putus asa.
***
You re still the one I run to..
The one that I belong to..
You re still the one I want for life..
Sebulan tanpa dia, gue masih “baik2 aja” gue Cuma terserang flu,meriang,batuk,suara hilang,sakit perut,dada sesak,kaki mati rasa,kepala sakit banget,mata bengkak gara-gara terlalu banyak pikiran. Dan salah satu dari pikiran gue yang banyak itu adalah dia.
Lalu, 5 bulan tanpa dia?
Mungkin gue “kurang baik”. Atau siapa tau gue udah dapat pengganti dia, atau dia dapat pengganti gue disana.. who knows? :’) kita ga pernah tau apa yang akan terjadi kan?
***
Guys, dia adalah salah satu motivasi gue untuk belajar lebih baik, lebih rajin lagi. Kenapa? Karna, setahun lagi, gue percaya, gue bakal menyusul dia kesana, walaupun dengan almamater yang berbeda.. :’)
***
Actually gue ga tau lagi gimana kelanjutan hubungan gue sama dia. Seperti yang udah pernah terjadi, gue lost contact lagi dengan dia :’) gue ga ngehubungi dia lagi. Gue takut ganggu dia. Beneran takut untuk memencet tombol call kontak dia di hape gue..
Jadi, gue ga tau gimana kabar dia sekarang, sakitkah?senangkah?  I know nothing,dear.. :’(
Gue Cuma update informasi tentang dia yah palingan dari facebook dia. Dia kadang aktif juga sih di Fb. Terakhir gue liat, dia ngucapin selamat ultah ke kakak kelas gue. sebenarnya, pada saat itu juga gue bisa menyapa dia secara tidak langsung. Nulis di wall atau ninggalin pesan. Tapi gue bener ga punya nyali untuk ngelakuin hal itu semua. Gue emang pengecut.
***
Ketika dia pulang ke Padang beberapa bulan lagi, hal pertama yang aku tanya kepada Tuhan adalah,
Akankah dirinya kan tetap milikku?

Sabtu, 11 Februari 2012

Cara gue kelas IX VS Cara gue kelas XI


IX dan XI adalah angka romawi yang berkebalikan. Dan gue merasa hidup gue sama kebaliknya dengan angka-angka tersebut. IX dimana gue DULU duduk di kelas 9 SMP N 8 PADANG, XI dimana gue SEKARANG duduk di kelas 11 SMA N 1 PADANG.

First. Cara gue beribadah.
Kalo misalnya gue cerita tentang bagaimana hubungan gue dengan ALLAH YME, itu privasi. Gue enggan publish2 privasi kayak gitu. Cukup gue dan Allah aja yg tau.
Tapi kali ini gue cerita tentang bagaimana dengan gue mengikuti muhasabah.
IX.
Malam itu selesai penutupan pesantren, seperti biasa ada program muhasabah. Lampu-lampu dimatiin. Di sebelah kanan gue Opi. Gue taruhan dengan teman-teman gue, siapa yang nangis pas muhasabah, traktir satu mangkok mie ayam. Kejam bukan? Maka, pada malam itu, ketika ustad udah mulai doa-doanya, gue berusaha untuk tidak menangis. Gue ngeliat Opi di sebelah kanan yang nutup muka. Dan gue rasa dia nangis, dan gue (and the gank) menang. Ketika udah lama nungging2 (pas disuruh sujud) lampu idup, dan…
Hampir semua teman gue menangis. Termasuk gank gue yang menjanjikan taruhan tersebut berlepotan ingus. Terkecuali gue. oke. Taruhan dibatalkan. Karena disini cuma gue yang menang, dan mereka tidak mau mentraktir gue semangkok mie ayam. Bejat bukan?
XI.
Gue sudah mulai menggunakan otak gue untuk berpikir. Bukan dengan pantat lagi. Gue sudah mulai mengikuti muhasabah dengan baik, mendengarkan setiap kata, dan apabila gue terharu atau sadar akan salah gue, gue bakal menangis pastinya. Gue udah serius dengan hal seperti ini. Karna gue sadar, ini adalah momen dimana kita mengingat dosa-dosa kita.
Namun ada suatu pemikiran bodoh gue, berarti dulu itu gue ga sadar akan salah gue yang banyak, atau terlalu idiot menganggap gue ga tau atau tak mau tau dengan dosa-dosa gue? YaAllah… ==


Second. Cara gue berangkat sekolah.
IX.
Gue pergi sekolah dengan angkot biru depan rumah gue jam 5.45 . kelas 9, gue gak pernah telat loh. (ya iyalah pergi sekolah pas subuh gitu) dan nyampe jam 6.15. dulu, gue terpaksa nunggu dulu di depan gerbang sekolah. Karna gerbang sekolah belum dibuka. Dan itu lucu menurut gue. dimana sebagian siswa baru bangun, gue udah sampai di sekolah.
Ketika gerbang udah di buka ama Mas Yono, gue bergegas ke kelas gue di belahan kiri gedung sekolah. Well, waktu itu gue gak takut sedikitpun akan kesendirian gue disana. Ga ada satupun orang loh bok.
Kadang, pintu kelas gue itu rada error. Karna dikunci, gue harus nunggu Pak Tasmen untuk membukanya terlebih dahulu. Tapi karna gue malas nunggu2, gue dobrak aja tuh pintu tua, dan YES terbuka!!!!! Ahahhahaa :D kadang Pak Tasmen lewat kelas gue, dan dia heran. ‘siapa yang buka pintu?’ ‘saya pak’. Dan saya sukses membuat pak Tasmen bingung.
XI.
Sekarang, gue ga bisa bangun cepet2 lagi kayak dulu. Im too tired. Gue bangun jam 4.45, dan gue undur2 sampai 5.15. gue pergi sekolah jam 5.45 kayak dulu juga sih. Tapi sekarang gue diantar sampai simpang perumnas sama papa. Apabila masih kurang dari jam 6, gue syukur. Karna kemungkinan gak telat. Tapi kalo 6 lewat, gue udah bayangin gimana gue harus lari-lari dari seberang gerbang sekolah gue ke gerbang sekolah gue. 5 detik pun menentukan hidup gue dan teman-teman lain.

Third. Cara belajar gue.
IX.
Gue akui 98% gue kangen sama cara belajar gue yang dulu. Dimana gue dapat berkonsentrasi dengan segala buku serta kisi-kisi UN SMP gue. padahal mengenai galau, galau gue lebih parah dari yang sekarang. Cara belajar gue, dimana gue hanya dapat memikir : BELAJAR. Dan pada saat itu gue ga ada memikir yang lain. dalam belajar gue dulu juga ga lelet. Gue sigap banget. Tugas selalu dibuat, catatan rapi + lengkap.
Di sekolah, gue nomaden. Berikut nama murid yang sering duduk sama gue di kelas 9 :
1.       KOMET a.k.a Mytha.
2.       INABH a.k.a Nabilah
3.       IYUIK a.k.a Yudha
4.       RERE a.k.a Reyhan
5.       NIK a.k.a Nia
6.       INAH a.k.a Sakinah
7.       LIID a.k.a Lidya
8.       ETI a.k.a Indah
9.       HAFIZ a.k.a Hafiz Savero
10.   Dll.
Kesan mendalam bagi gue yaitu ketika duduk dengan INABH dan IYUIK.
INABH.
Ketika duduk dengan ratu dilemma ini, hidup gue juga penuh ke-dilema-an (saat itu belum mengenal kata galau) kita selalu bertukar cerita dengan kisah hidup kita. Kadang kita juga nangis berjamaah. Kadang kalo dia cerita, gue ikutan nangis. Begitu sebaliknya. Gue saayaaaaaaaaaaaang banget sama Inabh. Dimana catatannya rapi banget, dan suka banget nulis. Nulis puisi,diari,lirik lagu,dll. Menurut gue, Inabh itu beneran soulmate gue.  TAK KAN TERGANTI !

IYUIK.
Gue duduk sama orang paling pintar di kelas gue. dengan yuda, kita mendirikan kelompok aneh ngets. Nama genk nya : GIBOTE SELLEKERS. Yup. Dan gue pernah buat nama FB gue JHEE SSI GBOTESELLEKERS. Dan itu gue tertawakan kemudian hari. Lo tau arti GIBOTE SELLEKERS?
GI = GI-lo
BO = BO-co
TE = TE-a
SELLE = SEMBILAN E
KERS = tambahan
Dimana nama orang diikuti dengan embel2. Kalo yuda ga salah gue si yudha tamtamitamngets. Dimana kulit yudha itu memiliki emisivitas tersendiri (sama seperti evan) dia sangat.. eksotis hitamnya. Legam wuahahhahah :D. setiap gue duduk sama yudha, gue selalu ingetin dia buat nyatat. Apalagi pas fisika. Tapi gue salut banget sama dia. Catatan dia jauh luar biasa bersih tanpa noda pena sedikitpun. Tapi, dibalik ke halaman belakang, wuissssssssss anime gak jelas berderet!! Yudha yang suka keringetan ini, kadang gue sering protes sama dia. Karna buku UN gue sering banget basah sama dia!! ==
Gue juga ingat ketika kita diberi peringatan sama guru bio gue ketika kita ada tambahan belajar bio di sekolah. Kita duduk di deretan nomor 3. Ohya, kelas gue menariknya karna bertingkat2 duduk nya loh.

Gue duduk sama yudha, dan di depan kita begitu banyak snack. Kita membentang soal yang lagi di bahas saat itu. Dan tiba-tiba kita membahas berbagai jenis jerawat. Ya. Orang membahas soal, sedangkan gue membahas jerawat dengan yudha. Dan tiba-tiba kita di tegur sama guru tersebut. Namun tak lama kemudian, kita kembali ke topic pembahasan : JERAWAT. Gue kembali sharing sama yudha tentang jerawat. But, guru tersebut menjadi marah besar. Gue dan yudha dipisahkan duduknya. Dan idiotnya lagi, gue ga dapat menjawab pertanyaan ibuk itu.
OH TIDAKKKK YUDHAAAAAAA~~~

XI.
Gue langang. Ku sadar semua ituu~~
Gue belajar dengan sepenuh hati sih. Tapi, ya tapi, ga bisa se fokus dulu. Hiks. Gue banyak pikiran. Mulai dari tugas yang ini gimana, trus si anu yang cari lawan sama gue, trus galau gue mengenai blab la bla. Dan semua itu membuat konsentrasi pecah. Kadang, gue sangat CLASSSICK. (tiruan homesick) dimana gue kangen sama selle-gue itu. Meskipun isinya anak b4l4y rata2, tapi gue nyaman ngets belajar diantara mereka. Dan.. konsentrasi. Sangat berkonsentrasi. Bukan berarti sama kelas gue ini ga nyaman loh, gue nyaman kok. Tapi biasa aja kan, kita kangen sama temen lama?
Gue banyak bengong, dan kadang pikiran ngelantur. Terkadang, ketika titik jenuh gue sudah mendidih. Yang gue lakuin melamun segala hal di dalam kelas tersebut. Dan itu memaksa gue belajar lebih keras lagi. Dan semakin.. membuat gue capek.
Tapi yang sisi bagusnya, kelas 11 ini gue belajar lebih termotivasi dan terarah. Kalo dulu gue ga tau belajar untuk apa dan motivasi belajar gue apa.


Pokoknya, apapun akan gue lakukan demi cita-cita gue. baik begini begitu cara belajar gue, gue bakalan tetap belajar belajar dan belajar. Oke, ini lebay. Tapi lo yg baca ini, pasti sadarlah kan, setiap orang berbeda dan caranya sendiri untuk meraih cita-cita? Tapi kalo lo ga sadar, antuakkan kapalo ka dindiang.


Oke, sekian dulu deh post gue kali ini. Capek ngetik. Lain kali gue akan cerita lagi versus hidup gue di angka romawi. Ahahhaa.

C u next time :p



*guys, orang yang pemberani itu adalh orang yang mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada orang lain : ) dan orang yang berjiwa satria itu adalah orang yang mau memaafkan :D


Dan..
Gue percaya.
Kalo gue adalah orang yang PEMBERANI dan BERJIWA SATRIA !
That must be a principle in my life :D

Jumat, 10 Februari 2012

YOU ARE STILL THE ONE 2

BY. JEHAN KA



                Saya tidak tau apa yang harus saya perbuat terhadap gadis kecil ini. Yup. Dia adik kelasku, yang pernah saya marahi habis-habisan ketika dia tidak mendapatkan biawak ketika MOS berlangsung. Lucu juga saya pernah membuat dia menangis dengan melap ingusnya. Hihihi.
                Hari ini dan seterusnya saya mempunyai mata kuliah yang sangat padat berikut dengan organisasi-organisasi di sampingnya. Dan saya tidak tau bagaimana harus menjelaskan kepadanya betapa susahnya hari-hariku. Buktinya, dia pernah mengatakan, “Cuma balas huruf y aja ga bisa saking sibuknya?” cukup membuatku tertohok. Tapi sekali lagi ia takkan mengerti. Di sisi lain saya juga ingin mendapat perhatian darinya, karena memang dia orangnya perhatian banget dari dulu. Hahahaha.
                Setiap malam saya selalu mendapat pesan singkat kosong darinya. Saya tersenyum. Saya meninggalkan pesannya dan melanjutkan tugas kuliah saya. Malam yang lain, saya juga turut berbahagia karena ia mendapatkan nilai yang tinggi di sekolahnya. Ahahhahh. Seperti adik SD saya saja. Tapi saya menikmati semua pesannya kok. Tapi,yah, cuma ga sempet aja balasnya. Dia itu, kalo sms panjang-panjang. Jadi saya juga harus balasnya panjang-panjang. Makanya saya lebih memilih untuk “pura-pura” tidak merespon.

***

                “Fan, tugas kalkulus lo gimana?” Tanya Alber, teman satu kelas saya di kalkulus.
                “Sip. Udah beres kok.” Jawab saya simple, dan menyeruput es teh manis saya di kantin siang ini. 1 jam lagi saya akan ada kelas kalkulus.
                “Udah gue kira lo pasti jawab gitu. Calon cumlaude kan? Ahahhaha.” Canda Alber.
                “Ah lo ada-ada aja. Emang semuanya disuruh gini. Gak gue doang kerajinan buat ginian.hahahhahaa.” Akhirnya saya tertawa juga.

Drrt Drrt Drrt

                Hape saya berdering. Dan saya tau siapa yang memanggil. Saya hanya membiarkan hape berdering sendiri di atas meja kantin. Saya membuka map untuk mengambil note kecil tom and jerry berwarna hijau kebiru-biruan. Pemberian dari dia, tepat sebelum dia naik motor saya waktu terakhir bertemu.
                “Eh, hape lo tuh? Ga angkat?” Alber mendongakkan kepalanya ke arah hape yang terus berdering. Saya mengalihkan pandangan ke hape dan kembali sibuk dengan note tersebut.
                “Biarin aja gih. Ntar bosan sendiri.” Jawab saya.
                “Haha iyadeh. Eh, btw note lo lucu juga. Beli dimana man?” Alber langsung menarik note saya. Dan saya menariknya lagi, saya tak ingin ada satu orangpun yang tau isi note ini.
                “Pemberian adek gue.” Jawab saya singkat.

***

2 minggu yang lalu..
                “Ayo naik.” Sahut saya sambil menyerahkan helm kepadanya.
                “Eh,tunggu tunggu, ada sesuatu.” Dia tidak menerima helm saya, saya menunggu dia, dan melihat dia krasak-krusuk dengan tasnya.
                “Apaan?” Saya heran dengan kesibukannya itu.
                “INI!!!” Dia mengeluarkan sebuah kantong kecil bewarna putih dengan wajah cerah. Saya hanya mengernyitkan dahi. Heran.
                “Ini, untuk abang, tapi tadi aku lupa.” Sungutnya. Dia mengeluarkan sebuah note kecil. Dia memberikannya kepada saya. Belum sempat saya meneliti lebih lanjut, dia menariknya lagi.
                “Eh tunggu dulu!!!” Jerit dia. Bikin saya kaget. Dengan terpaksa saya memberikannya lagi.
                “Label harganya lupa dicopot..” Katanya polos. Saya tertawa. Saya memang benar-benar bahagia melihat kepolosan gadis kecil ini di banding yang seumuran dengannya namun bergaya dewasa. Dia mencopot label harga dengan susah payah dan tergesa-gesa.
                “Ini, buat abang. Simpan ya! Tadinya mau gambar anime sih di dalamnya. Ohya, tadi rencananya aku mau bawa sketchbook aku. Untuk liatin ke abang kalo aku pandai gambar. Tapi lupa, hehehhee.”
                “Ini buat abang? Wah, bagus. Lucu. Kok tadi ga digambar aja?”
                “Lupa..hehehe.” dia cengengesan lagi dan membuat saya melambung.

***
                Sudah 3 bulan gadis kecil saya tidak menghubungi saya lagi. Saya tau ini akan terjadi, dimana ia sudah bosan karna saya tidak pernah merespon pesannya atau callnya lagi semenjak pagi itu. Ya, pagi itu. 3 hari berturut-turut pagi saya selalu lebih berwarna. Karna ada dia yang mengucapkan selamat pagi dan selalu memberikan saya semangat. Pagi itu, terakhir kali saya menghubunginya, saya mengucapkan selamat pagi dan memberikannya semangat. Ia bertanya, apa mata kuliah saya sekarang. Tapi karna saya terlambat bangun, saya tidak merespon pesannya dan langsung menutup hape.
                Saya kangen dimana setiap saya membuka hape, dalam satu hari pasti ada satu panggilan atau satu pesan. Apakah dia tau bahwa saya selalu tersenyum ketika mengingatnya? Saya berargumen dia tidak akan menyadarinya. Dia malah menyangka saya tidak akan lagi mengingatnya atau melupakannya. Tidak. Itu salah. Saya selalu mengingatnya. Dan saya ingin pulang dan bertemu dengannya lagi. Saya memang sangat-sangat rindu.
                Saya berjanji, apabila dia kembali menghubungi saya detik ini, saya akan meresponnya.

***

                “Fan, sampai ketemu semester depan ya!” Sahut Alber dan melambaikan tangannya kepada saya. Saya mengangguk dan melambaikan tangan juga di bandara tersebut.
                Yup. Saya pulang hari ini dengan banyak hal yang membuat saya bangga. Prestasi saya meningkat, tambahan beasiswa, nilai saya lebih banyak A daripada B, dan serentetan hal lainnya. Juga saya tidak pernah lupa satu hal. Saya akan bertemu gadis kecil saya!

***

                Kemarin  ini jum`at. Saya tidak ke sekolah lama saya untuk bertemu dengan gadis kecil saya. Saya juga tidak mengabarinya bahwa saya sudah pulang. Saya akan membuat suatu kejutan.
                Dan hal bodoh dari saya adalah, sekarang tanggal penerimaan rapor kenaikan kelas. Hal begok ini saya dapat dari adik saya yang masih SMP. Saya agak kecewa. Peluang saya untuk bertemu dia sangatlah kecil. Ada kemungkinan saya tidak akan bertemu dengannya. Dan harus menunggu ajaran baru lagi. Saya tak mau. Karna saya memang sungguh rindu.
                Oleh karna itu, jam 10 pagi ini juga saya menancap gas dari pertemuan dengan teman-teman satu almamater saya. Pertemuan itu tak kira-kira memakan waktu 3 jam. Saya pergi bergegas dengan tetap menggunakan jas merah saya. Tak lupa jam tangan kado darinya ketika saya berulang tahun ke 17. Saya membuktikan saya masih mengingatnya.
                Saya memarkirkan motor di tempat parkir sekolah. Sekolah sudah lengang. Saya cemas. Sangat takut untuk tidak melihatnya. Saya berjalan menuju lobi sekolah saya. Disana hanya ada beberapa staff sekolah dan guru-guru yang pulang. Juga beberapa murid yang memegang rapor. Saya tidak tau dimana saya akan bertemu dengan dia. Saya juga malu bertanya kepada murid-murid disana.
                Setelah saya berjalan tak tentu arah selama 10 menit, saya kembali lagi ke parkiran. Saya menghibur diri saya sendiri. Saya percaya masih ada kesempatan bertemu dengannya. Saya menstrater motor saya dan keluar dari pekarangan sekolah. Namun, di warung depan masih banyak murid yang berkeliaran ataupun duduk-duduk disana. Saya sejenak menghentikan motor saya. Dan menangkap sosok yang saya cari disana. Ya. Saya tau siapa dia. Meskipun dia membelakangi saya, saya tau persis bagaimana gelagatnya. Tanpa ragu lagi, saya mengambil hape dari kantong dan mengirimnya pesan singkat.

Hai..
Apakabar?
Liat ke gerbang sekolah..

                10 menit berlalu. Dan ia tidak memegang hapenya. Akhirnya saya memutuskan untuk menghubunginya segera. Tak lama ia mengangkat hapenya. Dengan muka yang pucat, ia segera meninggalkan tempat itu dan meninggalkan teman-temannya yang berteriak memanggilnya.
                Ia lari. Kencang. Sangat kencang. Melewati saya, dengan muka yang masih pucat. Saya kaget. Saya langsung menurunkan standar motor saya. Saya berlari menyusulnya dengan panggilan yang masih tersambung. Dia belum mengangkat panggilan saya.
                Tak lama kemudian ia berhenti di sebuah rumah besar bercat putih. Saya tak menyusulnya lagi. Saya hanya memerhatikannya dari radius 5 meter. Diam membelakangi saya.
                Dia mengangkat telephone saya. Dan dia berkata segala hal. Dia menangis. Gadis kecil saya menangis. Saya tidak mengizinkannya menangis sama sekali. Saya pasti akan memarahinya nanti. Dia berkata dalam nada tinggi dan kata-kata yang cepat. Namun sukses simpan di dalam memori saya. Saya tak berniat menjawab segala pertanyaannya.
                Tiba-tiba dia diam, dan tersedu-sedu setelah mengatakan serangkaian kata-kata tadi.
                Saya melangkah pasti mendekatinya.

                “Hai..” Saya menyapanya dengan suara tercekat. Saya bertemu lagi dengannya. Setelah 5 bulan meninggalkannya sendiri. Saya bodoh baru menyadari bagaimana kesepiannya dia tanpa saya.
                Dia menoleh. rasa yang sama saya alami ketika saya pertama kali memerhatikan matanya kembali.
                “Ternyata lari kamu kencang juga ya.” Saya tersenyum. Saya akan kembali mendengarkan cerita-cerita hidupnya kembali.
ZANIA MARISA. 16 TAHUN.
                Dan untuk kali ini, saya tidak akan memarahinya karena menangis.


***